Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan

20 Desember 2012

Pengen

Suatu pagi, sambil menggelendot Zahrin merajuk dan menyatakan keinginannya.

27 Oktober 2012

Diam

Sementara semua orang duduk di ruang tengah, Aqila berseliweran kesana kemari. Ayah: hey kamu diam bentar bisa gak sih? Aqila: gak bisa ayah, aku gak bisa diam.

06 September 2012

Terlambat

Ayah menegur Zahrin yang sedang mewarnai buku cerita, "itu buku cerita untuk dibaca, bukan untuk diwarnai."
Dengan santai dia menjawab, "sudah terlambat" sambil menggoyang-goyangkan telunjuk.

07 Juli 2012

Kasian

Ayah lagi tidur-tiduran dan anak-anak bermain di ranjang. Tiba-tiba terdengar suara cukup keras, ternyata kepala zahrin kejeduk. Pas ayah nengok zahrin lagi ngelus tembok sambil bergumam, "kasian temboknya".

30 Juni 2012

Ranjang Galak

Ranjangnya galak, kayak yang punya. ~~komentar byrru ketika kaki mama kepentok ranjang zahrin

03 Mei 2012

Timbangan



Zahrin naik ke timbangan, melihat ke angka yang ditunjukkan oleh jarum, dan bertanya, "Aku tingginya berapa, Ma?"

16 April 2012

henpon

Byrru: ayah, aku kan udah mau sekolah, jadi aku minta dibeliin henpon blekberi.
Aqila: aku bluberi
Zahrin: ayah, aku mau yg stroberi

***

Beberapa saat kemudian...

Ayah: kenapa kamu mau blackberry?
Byrru: aku suka namanya
Published with Blogger-droid v1.7.4

02 April 2012

Aku mau...

Byrru: mama, aku minum susu
Aqila: mama, aku mau makan koko krunch
Zahrin: mama, aku mau apa ya, ma?
Published with Blogger-droid v1.7.4

29 Februari 2012

demam afika

Mama: afika
Zahrin: iya
Mama: ada yg bau nih
Zahrin: aku belum mandi

***

Zahrin: afika
Mama: iya
Zahrin: mama juga bau

***

# setelah berulang-ulang

Ayah: afika
Zahrin: pikacu pikacu

***

Samina mina ey ey waka waka ey ey
Samina mina zanggalewa
This is for afika
Published with Blogger-droid v1.7.4

07 Januari 2012

Cucu "kurang ajar"

Ranjang 3 bidadari abis direnovasi jadi bertingkat, naiknya pake tangga. Mereka pada main di ranjang atas pas nenek mampir ke rumah.

Nenek: wah hebat ya ranjangnya
Aqila: mamanin kan berat, jangan naik ke sini ntar ranjangnya runtuh.

***





Zahrin lagi baring-baring di ranjang pas kakek yang sedang merokok nongol di kamar.

Kakek: ceu lagi ngapain ceu?
Zahrin: bapakin, merokok itu penyakit tau!

***


Keterangan: mamanin = panggilan untuk nenek, bapakin = panggilan untuk kakek

02 Juli 2011

zahrin mulai "nyebelin"

simak aja dialog-dialog di bawah ini.

zahrin: ayah gak boleh  merokok lagi!
ayah: eh siapa yg ngajarin ngomong gitu?
zahrin: akulah
ayah: *facepalm*

***

ayah: *nyanyi-nyanyi"
zahrin: ayah lagunya gak enak ih
ayah: -__-"

***

zahrin: *ngoceh-ngoceh dengan berbagai polah*
ayah: hey kamu, bisa gak sih gak lucu?
zahrin: gak bisyaaaaaaa

20 Juni 2011

lebih baik

iklan tv: dua anak lebih baik
aqila: tiga anak lebih baik lagi

19 Juni 2011

selamat makan


aqila: selamat makan, ayah
ayah: selamat makan, aqila
byrru, selamat makan, ayah
ayah: selamat makan, byrru
zahrin: selamat makan, aku



20 April 2011

Kalau ada gempa


Kalau ada gempa, lindungi kepala
Kalau ada gempa, sembunyi di bawah meja
Kalau ada gempa, hindari kaca
Kalau ada gempa, lari ke lapangan terbuka

sebenarnya ini catatan lama, aqila menyanyikannya waktu berumur hampir 2 tahun. entah belajar darimana.

04 Februari 2011

Bikin kopi



ayah: bikinin ayah kopi
zahrin: sama mama dong
ayah: kamu aja yang bikin
zahrin: gak bisaaa, aku kan masih bayi
Published with Blogger-droid v1.6.5

30 Desember 2010

Ngomong dong

zahrin sedang bermain tebak-tebakan hewan di dell streak. setiap melihat gambar hewan dia selalu bertanya ke ayah walaupun dia sudah tahu.

"ini kuda ya, ayah?"
"hehem"
"ini ayam ya, ayah?"
"hehem"
"ini kucing ya, ayah?"
"hehem"
"jangan hehem aja, ngomong dong!"

25 Maret 2010

Kisah cepat kurus, tanda dicoret, dan sofa

Beberapa waktu lalu ketika kami sedang berjalan ke luar keluar kompleks, Byrru minta digendong.

Byrru: gendong!
Saya: idih udah gede juga
Byrru: biar ayah cepat kurus!

***

Beberapa hari kemudian, pas mau berangkat ke kantor, kebetulan saya sedang merokok. Spontan Byrru protes ke mamanya *sambil tolak pinggang*: mama, besok tolong beliin tanda rokok dicoret, henpon dicoret, leptop dicoret, biar ayah nggak bisa merokok, nggak bisa nelpon, nggak bisa kerja di rumah!

***

Lalu malam sebelumnya, kebetulan saya pulang dari kantor agak larut. Sesampai di rumah ternyata Byrru dan Aqila sedang terbangun dan sudah pindah ke kamar kami. Ya saya tanyalah mereka.

Saya: kok kalian pindah ke sini?
Aqila: iya
Saya: terus ayah tidur di mana dong?
Aqila: di sofa aja


Catatan: gambar adalah karya Rony Lantip yang dibuatnya setelah saya bercerita kisah ke-2

11 Maret 2010

Pake ban

Byrru: aku besok mau berenang
Ayah: di mana?
Byrru: villa duta (agak jauh dari rumah, pen.)
Ayah: pake apa ya ke sana?
Byrru: pake ban!
Ayah: *tertawa*
Byrru: berenang pake ban kok diketawain?

08 Mei 2009

Buang sampah dan kelingking

Di suatu Sabtu pagi yang cerah saya mengajak Byrru dan Aqila jalan-jalan. Di angkot, saya baru saja menghabiskan sisa minuman yakult dari Aqila. Ketika saya menyimpan botol kosong di bawah bangku angkot, Byrru menegur dan terjadilah dialog di bawah ini.

Byrru: gak boleh buang sampah sembarangan
Saya: jadi buang dimana? kan gak ada tempat sampah di sini?
Byrru: nanti aja, sekarang pegang dulu. entar aja buangnya di tempat sampah di rumah

Ya sudah, itu botol saya ambil lagi, dan untungnya setelah turun di tempat tujuan ada tempat sampah yang akhirnya menampung sang botol.

Lain lagi dengan Aqila, hampir sepanjang jalan dia menyebutkan apa yang dia lihat, sambil sesekali mengeluarkan tangan dari jendela angkot. Setelah 2-3 kali saya menegur.

Saya: aqila, gak boleh mengeluarkan tangan
Aqila: kalo kelingking boleh?
Saya: *facepalm*

Diupdate berdasarkan komentar Aldi.

10 April 2008

Berhenti dulu

Tadi pagi baring-baring ama Byrru di ranjang. Saya lagi baca koran. Tiba-tiba dia bilang, "Ayah, sini deh aku bilangin. Sudah ya, berhenti dulu merokoknya." Saya hanya tersenyum mendengarnya. Beberapa jam kemudian, dia pengen nonton tipi. "Boleh," kata saya, "tapi remote-nya mana ya?" "Itu," katanya sambil menunjuk remote di atas bufet kaca. "Coba bawa sini." "Ih, kakak ngak bisa ambilnya, kakak kan masih kecil." Bufet itu kira-kira 20-30 cm lebih tinggi dari Byrru. "Sini, ayah bantu." Dan saya pun menggendongnya hingga dia bisa meraih remote. Setelah tipi dinyalakan, dia duduk tenang, sementara saya mengambil buku untuk dibaca sambil merokok.

Tanpa disangka-sangka dia berteriak, "Ayah, jangan merokok!" Dia mengatakan itu sambil mengibaskan tangan di depan wajahnya seolah sedang mengusir asap. Saya terkejut, lalu tertawa sambil mematikan rokok.