08 Mei 2009

Buang sampah dan kelingking

Di suatu Sabtu pagi yang cerah saya mengajak Byrru dan Aqila jalan-jalan. Di angkot, saya baru saja menghabiskan sisa minuman yakult dari Aqila. Ketika saya menyimpan botol kosong di bawah bangku angkot, Byrru menegur dan terjadilah dialog di bawah ini.

Byrru: gak boleh buang sampah sembarangan
Saya: jadi buang dimana? kan gak ada tempat sampah di sini?
Byrru: nanti aja, sekarang pegang dulu. entar aja buangnya di tempat sampah di rumah

Ya sudah, itu botol saya ambil lagi, dan untungnya setelah turun di tempat tujuan ada tempat sampah yang akhirnya menampung sang botol.

Lain lagi dengan Aqila, hampir sepanjang jalan dia menyebutkan apa yang dia lihat, sambil sesekali mengeluarkan tangan dari jendela angkot. Setelah 2-3 kali saya menegur.

Saya: aqila, gak boleh mengeluarkan tangan
Aqila: kalo kelingking boleh?
Saya: *facepalm*

Diupdate berdasarkan komentar Aldi.

07 November 2008

Apa yang bisa dilakukan seorang ayah di waktu luangnya?


Tentu saja banyak hal, bisa jalan-jalan atau tamasya, menonton film, berenang, atau bermain di taman bermain. Byrru dan Aqila suka sekali main perosotan. Dan entah bagaimana, pada suatu malam ketika bermain bersama mereka di kamar, mereka punya ide bermain perosotan. Lalu perosotannya pakai apa? Punggung saya :D


02 November 2008

Aqila jatuh dari tempat tidur

AqilaBarangkali sudah menjadi pemahaman umum bahwa anak kecil cenderung aktif bahkan dalam kondisi tidur. Mereka berguling ke kiri dan ke kanan, berpindah posisi tempat tidur. Jadi bisa dibilang bahwa jatuh dari tempat tidur bukan hal aneh bagi anak kecil, meski juga tidak bisa dianggap hal yang biasa. Begitu juga yang terjadi pada Aqila, bukan hanya sekali, tapi lebih dari dua kali. Kecenderungan ini sebenarnya mulai terlihat ketika kami mencoba rumah kami, Desember 2007 lalu. Tapi 2-3 kejadian berikutnya membuat saya kuatir, sekaligus lega, tapi juga terheran-heran.

Aqila jatuh dari ranjang pendekSaya tidak menyadari ketika ini terjadi, saya sedang bekerja. Ketika saya bermaksud menengok sejenak ke kamar, Aqila sudah tergeletak di lantai. Saya yakin pada saat kejadian saya tidak mendengar suara apapun, baik suara gedebuk, tangisan, maupun keluhan. Aqila sebelumnya ditidurkan di ranjang bagian bawah, yang tingginya sekitar 12-15 cm. Aqila hanya tergeletak di sana, tetap tidur seolah tidak ada sesuatu apapun yang telah terjadi.

Aqila jatuh dari ranjang tinggiKejadian berikutnya, Aqila terjatuh dari ranjang bagian atas di kamar utama. Tingginya sekitar 40-50 cm. Aqila memang kadang-kadang menempatkan dirinya di atas bantal guling. Jarak waktu antara saat saya menidurkannya dengan terjatuhnya tidak sampai 10 menit. Ketika saya kembali ke kamar dia sudah di lantai. Saya lega karena tidak terjadi luka atau hal buruk lainnya, tapi saya tetap terheran-heran bagaimana dia berguling, dan terjatuh dengan tetap berada di atas guling.

01 Oktober 2008

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H

Kami sekeluarga mohon maaf lahir dan batin,
atas segala kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja,
dan Insya Allah telah kami maafkan
segala yang tidak enak yang pernah sampai kepada kami.

San - Lulu - Byrru - Aqila - Zahrin

25 September 2008

Selamat atas kelahiran anak ke-2 Robin dan Anne

Kami ucapkan selamat berbahagia buat pasangan Om Robin dan Tante Anne yang baru saja dianugerahi anak kedua, Deronne. Sang anak kedua lahir tanggal 24 September 2008 jam 15.55, dengan berat 3,275 Kg. Selamat datang jagoan, semoga kelak kamu menjadi anak yang soleh, pemberani, penjaga dan cahaya keluarga. Selamat juga buat Aimee, kamu pasti senang punya adik laki-laki.

11 September 2008

Aulia Zahrin Tamir

Aulia Zahrin Tamir (Zahrin), itulah nama putri ketiga kami, nama yang akhirnya kami pilih tepat pada hari ketujuhnya. Hari itu juga kami menyembelih seekor kambing, dalam rangka akikah. Kenapa nama ini? Sejak kelahirannya, kami (saya dan istri) sudah memilih tema "bunga", namun sampai beberapa hari kemudian kami belum menemukan representasi yang tepat. Sementara itu, kakeknya (bapak mertua) telah memberikan nama depan "Aulia" (tinggi, tertinggi).

Setelah menyimak beberapa saran nama, akhirnya kami memilih "Zahrin" yang juga bermakna bunga. Dan kami tambahkan nama "Tamir" sebagai kata ketiga. Secara harfiah, nama ini bisa diartikan sebagai "bunga tertinggi di keluarga Tamir" :) Namun, secara keseluruhan kami mengharapkan dan mendoakan agar Zahrin senantiasa menjadi bunga yang baik, bunga yang enak dipandang, dapat menyembuhkan, dapat mengharumkan, menjadi yang terbaik (tertinggi) dalam hal apapun yang dia lakukan kelak, baik dalam hasil maupun dalam usahanya. Terima kasih kami curahkan kepada seluruh rekan, kawan, dan keluarga yang telah turut memberikan berbagai saran dalam penentuan nama ini. Terima kasih, aunty Maiza :-)

Sekali lagi, selamat datang, Aulia Zahrin Tamir, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, menganugerahkan kesabaran dan kemampuan kepada kami, kedua orang tuamu, agar dapat mendidikmu dengan usaha terbaik. Amin.

19 Agustus 2008

Putri ketiga (Bunga)

Alhamdulillah, hari Selasa, 19 Agustus 2008 jam 12.05 WIB, anak ketiga kami lahir dengan berat 3,1kg dan panjang 50cm. Kepalanya nongol bersamaan dengan adzan waktu dzuhur mulai berkumandang. Dengan jenis kelamin perempuan, anak ketiga ini juga sekaligus menjadi puteri ketiga kami, yang otomatis mempertahankan status saya sebagai yang paling ganteng di rumah kami (ups, maaf, agak berlebihan).







O iya, sampai saat ini kami belum memberinya nama, tapi untuk sementara kami sepakat memilih tema bunga. Beberapa usulan nama dari teman-teman, termasuk dari dunia Plurk (terima kasih banyak):
Ada usulan lain?

Terima kasih yang paling tulus kami sampaikan kepada semua kerabat dan anggota keluarga, yang jauh maupun yang dekat, kepada semua kawan, teman, anggota lintas komunitas, atas segala perhatian dan doa yang kami terima. Semoga Allah SWT memberikan balasan berupa kebaikan yang sama atau lebih.