Buang sampah dan kelingking
Di suatu Sabtu pagi yang cerah saya mengajak Byrru dan Aqila jalan-jalan. Di angkot, saya baru saja menghabiskan sisa minuman yakult dari Aqila. Ketika saya menyimpan botol kosong di bawah bangku angkot, Byrru menegur dan terjadilah dialog di bawah ini.
Byrru: gak boleh buang sampah sembarangan
Saya: jadi buang dimana? kan gak ada tempat sampah di sini?
Byrru: nanti aja, sekarang pegang dulu. entar aja buangnya di tempat sampah di rumah
Ya sudah, itu botol saya ambil lagi, dan untungnya setelah turun di tempat tujuan ada tempat sampah yang akhirnya menampung sang botol.
Lain lagi dengan Aqila, hampir sepanjang jalan dia menyebutkan apa yang dia lihat, sambil sesekali mengeluarkan tangan dari jendela angkot. Setelah 2-3 kali saya menegur.
Saya: aqila, gak boleh mengeluarkan tangan
Aqila: kalo kelingking boleh?
Saya: *facepalm*
Diupdate berdasarkan komentar Aldi.


Barangkali sudah menjadi pemahaman umum bahwa anak kecil cenderung aktif bahkan dalam kondisi tidur. Mereka berguling ke kiri dan ke kanan, berpindah posisi tempat tidur. Jadi bisa dibilang bahwa jatuh dari tempat tidur bukan hal aneh bagi anak kecil, meski juga tidak bisa dianggap hal yang biasa. Begitu juga yang terjadi pada Aqila, bukan hanya sekali, tapi lebih dari dua kali. Kecenderungan ini sebenarnya mulai terlihat ketika
Saya tidak menyadari ketika ini terjadi, saya sedang bekerja. Ketika saya bermaksud menengok sejenak ke kamar, Aqila sudah tergeletak di lantai. Saya yakin pada saat kejadian saya tidak mendengar suara apapun, baik suara
Kejadian berikutnya, Aqila terjatuh dari ranjang bagian atas di kamar utama. Tingginya sekitar 40-50 cm. Aqila memang kadang-kadang menempatkan dirinya di atas bantal guling. Jarak waktu antara saat saya menidurkannya dengan terjatuhnya tidak sampai 10 menit. Ketika saya kembali ke kamar dia sudah di lantai. Saya lega karena tidak terjadi luka atau hal buruk lainnya, tapi saya tetap terheran-heran bagaimana dia berguling, dan terjatuh dengan tetap berada di atas guling.






